Beberapa Pejabat Kabupaten Tangerang Blokir Nomor Telepon Genggam Pegiat LSM dan Wartawan
TANGERANG, jakartakoma.com – Perilaku sejumlah pejabat di Kabupaten Tangerang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan oleh pegiat LSM dan kuli tinta. Selain sulit ditemui untuk keperluan klarifikasi atau konfirmasi, ada trend baru para pejabat untuk melakukan pemblokiran nomor telepon seluler para pegiat LSM dan wartawan. Hal itu menimbulkan berbagai macam pertanyaan terutama di kalangan pegiat LSM dan wartawan sendiri.
Ada yang mengatakan bahwa hal itu dilakukan karena pejabat pemerintah di Kabupaten Tangerang anti kritik. Sebagian lagi mengatakan bahwa keberadaan pegiat LSM dan wartawan dianggap tidak penting untuk jalanannya pemerintahan dan tugas/wewenang si pejabat.
Salah seorang pegiat LSM yang adalah Ketua Jaringan Pemerhati Kebijakan Publik dan Pembangunan (JPKPP), Juara Simanjuntak menilai bahwa sikap dan tindakan memblokir nomor telepon seluler wartawan dan pegiat LSM oleh sejumlah pejabat itu adalah bukti bahwa wartawan dan pegiat LSM tidak dibutuhkan oleh pejabat itu sendiri.
Lebih dari itu, kata dia, si pejabat mungkin merasa dirinya bersih dalam melaksanakan tugas dan tidak akan tersentuh oleh aparat penegak hukum, jika dalam tugasnya ditemukan penyelewengan atau semacamnya.
“Nomor – nomor telepon genggam teman-teman diblokir karena si pejabat bahwa pers dan LSM tidak ada manfaatnya bagi dia. Bahkan mungkin merasa bahwa wartawan dan pegiat LSM adalah “musuh” atau orang yang harus dihindari,” ujarnya, (17/6/2026) di Tigaraksa.
“Fenomena ini seakan menunjukkan bahwa pers dan Lembaga Swadaya Masyarakat tidak diperlukan keberadaannya di Kabupaten Tangerang. Mereka tidak menyadari betapa pentingnya LSM dan wartawan dalam perjalanan negeri ini. LSM dan wartawan banyak memberikan masukan dan informasi ke pemerintah,” tambahnya.
Dia juga menilai bahwa para pejabat itu tidak menyadari bahwa sebaliknya jika LSM dan wartawan dengan menjauh dan “memusuhi” pegiat LSM dan wartawan dapat menjadi batu sandungan bagi pejabat yang bersangkutan.
“Satu hal yang tidak disadari oleh para pejabat adalah bahwa dengan menjauh, bahkan memusuhi pegiat LSM dan wartawan dapat menjadi sumber malapetaka bagi karir si pejabat,” pungkasnya. (red)