Pengakuan ibu-ibu yang demo, ia dibayar dan di kasih gelang tangan gampang ciriin itu pembela 02. | WWW.JAKARTAKOMA.COM
google.com, pub-5357973904361497, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pengakuan ibu-ibu yang demo, ia dibayar dan di kasih gelang tangan gampang ciriin itu pembela 02.

Jakarta, jakartakoma.com

Hari ini pemutusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang Pilpres tahun 2024 sangketa di Jl. Medan Merdeka Barat No.6, RT.2/RW.3, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta , Jakarta, Senin (22/04).

Para ibu-ibu dan bahkan ada juga yang membawa bayi dan anak-anak di bawah umur, untuk menujukan bahwa Prabowo-Gibran hasil pilihan rakyat.

Namun sebaliknya ia memfaatkan orang-orang tidak tahu politik dan di anggap ibu-ibu bisa menuntaskan.

Pengakuan ibu-ibu yang demo, ia dibayar dan di kasih gelang tangan gampang ciriin itu pembela 02.

Jika hal ini, pihak pencundang agar di tangkap agar tidak meresahkan keluarganya di rumah.

Para Prokator harus di tangkap, karena melibatkan ibu-ibu yang lapar di buat sebagai alat kepentingan mereka.

Bahkan menurut informasi, bahwa provokator mengabil ibu-ibu untuk di bayar.

Dananya juga berpariasi, ada Rp 25,000, 35,000 dan ada juga Rp 55,000/kepala.

“Kami di suruh datang kejakarta untuk mendapatkan uang dan makan di jamin membawa oleh-oleh”, kata Ibu-ibu Nursiah.

Menurut Cecep Nih yang mobilisasi Demo bayaran di MK tgl 19 April 2024 keliwatan.

“Masa banyak Ibu Ibu bawa bayinya ikut Demo”, katanya Cecep di vidio yang beredar melalui comennya pada whatsapp group.

Kesempatan para Prokator yang haus dengan uang, tidak tahu yang mana di ajak dan mana pula yang di jadikan uang.

“Kami minta pada aparat tangkap Provokator ketua demo, ini juga sudah merahkan, jika kalau terjadi keributan dan lempar lemparan batu bagaimana….?, nasib mereka”, ujarnya Farida

Kata Hery, Sungguh bodoh Keciri kalo bawa bayi itu emak2 bayaran.

Aneh-aneh aja, sudah ga ada orang laki-laki, ibu RT yang lagi netein anaknya suruh demo.

Berita Lainnya  Selaku Pengacara Pedagang Pasar Kutabumi, Kamarudin mengingatkan Perumda Pasar NKR.

Menurut Hery Ga punya akal Sehat.

“Oke gas oke gas…”, kata lagu gemoy

Ini politik busuk, apa sengaja biar ada korban.

(henry / jko)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses